🎵
Janji Suci — Yovie & Nuno

Sebuah surat kecil, untuk Bunda

Buat Bunda
yang sedang kurang sehat

Ayah titip sedikit kejutan biar Bunda istirahat sambil senyum-senyum dulu. Gulir pelan-pelan ya 🤍

gulir ke bawah

halaman pertama

Selamat siang, Bunda yang paling Ayah sayang.

Ayah tahu badan Bunda sedang nggak enak. Tapi Ayah nggak bisa cuma diam lihat Bunda lemes tanpa bikin sesuatu. Jadi Ayah bikin halaman kecil ini — isinya cuma kita berdua, foto-foto random yang ternyata jadi 5 tahun lebih kenangan, dan beberapa kejutan yang Ayah harap bisa bikin Bunda lupa sebentar sama pusing/pegelnya.

kenangan #1

Ayah dan Bunda berfoto berdua di dermaga dengan pemandangan laut dan pulau
yang ini waktu kita berdua lihat laut — Bunda diem aja tapi Ayah tau Bunda senang

Ayah suka foto ini karena nggak ada yang dibuat-buat. Cuma kita, angin laut, dan Bunda yang nyender ke pundak Ayah kayak itu tempatnya emang dari dulu.

5+ tahun, dalam beberapa potret

Versi-versi Bunda yang Ayah cintai

santai di rumah
Bunda selfie santai di kamar
Bunda versi apa adanya, paling Ayah suka
versi sholehah
Bunda mengenakan hijab di dalam masjid
Bunda yang ini bikin Ayah tenang cuma lihatnya
versi santai outdoor
Bunda selfie di luar rumah
senyum khas yang Ayah hafal banget

kejutan kecil

Gosok pelan-pelan ya, Bunda 👆

Ayah dan Bunda di malam hari dekat mobil dengan lampu hias

usap layarnya pakai jari Bunda buat buka fotonya 💛

halaman kedua

Tentang malam itu...

Foto yang baru Bunda buka itu salah satu favorit Ayah. Malam itu dingin, lampu-lampunya bagus, dan Bunda cuma pakai kaos santai — tapi buat Ayah itu salah satu malam paling nyaman yang pernah kita punya. Hal-hal kecil kayak gitu yang bikin Ayah yakin pilih Bunda itu keputusan paling benar dalam hidup Ayah.

kuis receh berdua

Seberapa kenal Ayah sama Bunda? 😏

sisi paling lucu Bunda

Bunda bergaya lucu di depan gerbang Pusat Primata
pose ini sih, Bunda emang nggak ada saingan

Ayah nggak pernah bosan ketawa lihat foto ini. Bunda bisa serius pas perlu, tapi juga bisa konyol kapan aja — itu kombinasi yang susah dicari, Bun.

isi penuh dengan sayang

Tap hatinya sampai penuh, Bunda

ketuk-ketuk hatinya pelan-pelan, Bun

0%

halaman terakhir

Satu lagi sebelum Bunda istirahat

Ayah nggak bisa pegang tangan Bunda terus-terusan sepanjang hari, tapi Ayah pengen Bunda tahu — setiap kali Bunda kurang sehat, rasanya Ayah juga ikut nggak enak. Jadi tolong, minum obatnya, istirahat yang cukup, dan biar Ayah yang urus sisanya. Ada satu amplop lagi di bawah ini. Buka kalau Bunda udah siap, ya.

amplop terakhir

Untuk Bunda, dari Ayah

ketuk amplopnya, Bunda

Untuk Bundaku, Maulina.

Lima tahun lebih udah kita lewati, dan Ayah masih suka diem-diem mikir betapa beruntungnya Ayah punya Bunda di sisi Ayah. Hari ini Bunda nggak enak badan, dan Ayah cuma pengen Bunda tau satu hal sederhana: Bunda nggak perlu kuat sendirian.

Istirahat dulu, Bun. Nggak usah mikirin rumah, nggak usah mikirin siapa-siapa. Biar Ayah yang gantian jaga semuanya hari ini. Tugas Bunda cuma satu — sembuh, biar kita bisa bikin kenangan konyol lainnya kayak foto-foto di atas.

Makasih udah jadi Bunda yang paling Ayah sayang, paling Ayah rindu kalau lagi di luar rumah, dan paling Ayah pilih, hari ini dan seterusnya.

— Ayah, yang selalu ada buat Bunda 🤍